Masyarakat Menjadi Pelopor Pilkada Damai

Penulis : Roby G Sinaga

Lentera24.com | LANGSA -- Dalam pesta demokrasi /Pilkada serentak 2018 ,Masyarakat punya peran sangat penting untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin baik di tingkat Gubernur, Bupati, Walikota bahkan tinkat Desa.


Foto : Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa,Sik sedang menyampaikan pesan pesan Kantipmas sembari menggelar Sawu Dayah (berkunjung ke dayah red) di Kecamatan Langsa Timur Kota Langsa
Untuk itu Masyarakat harus mampu menjadi Polisi bagi dirinya sendiri, jika masyarakat sudah mampu menjadi polisi bagi dirinya sendiri berarti masyarakat sudah melakukan pengawasan bagi dirinya dan keluarganya.

Untuk memilih pemimpin yang qualified menjadi hak setiap warga negara, dengan sistem one man one vote, menunjukkan bahwa pilkada memberikan penghargaan dan peluang sama kepada setiap pemilih untuk berpartisipasi dalam menentukan calon pemimpin.

Semua pihak mesti berharap bahwa pilkada serentak berjalan aman dan damai. Semangat menebarkan keamanan dan kedamaian dalam setiap situasi, khususnya saat pilkada, merupakan wujud rasa cinta dan bangga sebagai bangsa Indonesia.

Sebagai umat yang beragama, menebarkan kedamaian dan keamanan merupakan simbol tingginya nilai ketaatan terhadap ajarannya.

Dalam perspektif teologi, memilih pemimpin merupakan kewajiban. Dalam ajaran Islam pada titik inilah pilkada menjadi sarana ibadah umat Islam. Yakni, ikhtiar memilih pemimpin yang amanah. Karena itu, lakukan ikhtiar tersebut secara santun, menghormati perbedaan, dan menghindari konflik.

Untuk menciptakan pilkada damai, kiranya tidak bisa hanya dipasrahkan kepada para penyelenggara pilkada seperti KPU dan turunannya. Demikian juga tidaklah etis manakala kita lepas tangan dengan memasrahkan kepada penegak (POLRI red) keamanan dan pengawas pemilu.

Sebab pada dasarnya, damai tidaknya pesta demokrasi bergantung pada sikap masyarakat secara umum. Oleh karena itulah, butuh keterlibatan tokoh-tokoh masyarakat.

Jika Masyarkat sudah mampu menjadi Polisi bagi dirinya sendiri, maka akan menjadi contoh yang baik dan menciptakan pilkada damai. Jangan sampai justru sebaliknya, menjadi sumber konflik.

Jika masyarakat sudah berperan melakukan pengawasan, tugas Polri hanya tinggal meyakinkan masyrakat bahwa beda pilihan merupakan hal yang wajar sehingga tidak boleh memaksakan kehendak, apalagi sampai berkonflik, terlaksananya pilkada aman-damai menunjukkan bahwa kita adalah bangsa bermartabat dan religius yang cinta damai. 

Selanjutnya, jika seluruh masyarakat sudah mampu menjadi Polisi bagi dirinya sendiri, dapat dipastikan negara juga akan aman dan damai dalam bingkai NKRI serta pilkada serentak dengan sendirinya akan terlaksana dengan baik.

Sekali lagi, pilkada merupakan ikhtiar demokratis memilih pemimpin yang qualified. Ikhtiar yang baik ini tidak boleh dilakukan dengan menghalalkan segala cara karena akan mencederai kualitas pilkada. Ikuti aturan pilkada, hindari adu domba, hormati pilihan yang berbeda.

Kepada calon dan tim, kita semua berharap agar jangan menghalalkan segala cara untuk menang. Hindari kampanye negatif-provokatif, hindari politik uang, hindari politisasi SARA, hormati pilihan orang lain yang berbeda. Jika menang, harus merangkul dan tunaikan janji-janji kampanye. Jika kalah, harus berlapang dada dan sejukkan pengikutnya untuk menerima kekalahan, ujar Kapolres Langsa AKBP Satya Yudha Prakasa Sik yang terekam oleh media online Lentera24.com pada saat melaksanakan kunjungan di Dayah Kota Langsa pada bulam Mei 2018.

Terkait Pilkada Serentak 2018 Peran POLRI juga sangat di butukan, terutama dalam sistem pengamanan. Karena setiap hajatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) selalu rawan komflik, namun karna POLRI kususnya jajaran Polres Langsa Provinsi Aceh jauh sebelumnya sudah berupaya semaksimal mungkin membangun sinegitas dengan seluruh elemen masyarakat dan Muspida Kota Langsa serta takkala pentingnya dengan Jurnalis, sehingga dengan peran masyarakat yang begitu besar maka Pilkada serentak 2018 akan berlangsung aman dan damai

PERAN JURNALIS 

Dalam sebuah hajatan baik Pilkada, Pileg dan Pilpres, peran jurnalis sangatlah paling utama, sebab Jurnalis bisa menjadi perpanjangan tangan siapa saja, baik TNI, POLRI dan sebagainya.

Seiring perkembangan teknologi yang amat canggih, mata pena lebih tajam dari mata pedang, bahkan mata pena lebih cepat dari dentuman amunisi peluru. Pasalnya sekali postingan seluruh penjuru dunia akan tau apa yang sedang terjadi.

Untuk itu, sinergitas yang sudah dibangun oleh POLRI kususnya Polres Langsa dengan awak media baik media Online, Cetak, Elektronik dan media TV sangatlah relevan.

Jika semua pihak sudah memahami apa tugas dan fungsinya masing-masing, maka Pilkda serentak tahun 2018 akan terlaksana dengan damai dan aman, sesuai tema yang telah dicanangkan" BERSAMA POLRI WUJUTKAN PILKADA DAMAI 2018" itu akan terlaksana, Imbuh Kapolres.

(Karya tulis ini turut di ikut sertakan dalam lomba Jurnalistik-Anugerah Jurnalistik Polri 2018). 

Diberdayakan oleh Blogger.