Kepsek MAN Lubuk Pakam Bantah Terjaring OTT

Lentera24.com | DELI SERDANG -- Kabar tentang aksi operasi tangkap tangan (OTT) Satreskrim Polres Deliserdang di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubuk Pakam cepat menyebar luas dikalangan masyarakat. 7 orang guru dari sekolah itupun disebut-sebut telah diamankan ke komando untuk dimintai keterangannya. Anehnya, Burhanuddin Harahap selaku Kepala Sekolah membantah adanya operasi tersebut dan terjaring OTT, Jumat (8/6).

Foto : Ilustrasi
Informasi diperoleh, 7 orang guru yang dikabarkan terjaring OTT personil Satreskrim Polres Deliserdang itu diduga melakukan pungutan uang kepada sejumlah calon siswa baru MAN Lubuk Pakam. Namun kepada sejumlah wartawan di Satreskrim Polres Deliserdang, Kepala Sekolah MAN Lubuk Pakam Burhanuddin Harahap membantahnya. “Tidak ada OTT. Kedatangan kita kemari hanya untuk dimintai keterangan saja”, ucap Burhanuddin.

Sayangnya, saat ditanya lebih lanjut tentang keterangan apa saja yang akan disampaikan kepada penyidik Satreskrim Polres Deliserdang tak bisa dijawabnya. “Tanya saja nanti ke komite sekolah. Aku tak mau berkomentar banyak dulu”, sebut Burhanuddin sambil bergegas menuju Mesjid.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gusman melalui Kanit III Unit Tipikor Ipda Arif ketika dikonfirmasi terkait pemeriksaan Kepala Sekolah maupun guru MAN Lubuk Pakam sempat dibantahnya jika hal itu tentang OTT. Bahkan Ipda Arif sempat berang usai mendengar informasi tersebut. “Siapa yang bilang itu OTT. Kok kepintaran kali bilang seperti itu. Memangnya yang bilang itu sudah bisa penyidik?”, tegas Ipda Arif.

Arif juga sempat menjelaskan jika keberadaan Kepala Sekolah MAN Lubuk Pakam di Satreskrim Polres Deliserdang bukan terkait OTT. “Jadi kalau polisi memeriksa ataupun memanggil orang langsung dituding OTT. Jangan buat Polemik lah boss?”, katanya.

Sementara informasi lain diperoleh menyebutkan jika sejumlah personil Satreskrim Polres Deliserdang datang menyaru sebagai orangtua siswa ke sekolah MAN Lubuk Pakam guna penyelidikan tentang dugaan pungutan sejumlah uang terhadap siswa. 7 orang yang disebut-sebut sebagai guru maupun pegawai dibawa ke komando untuk dimintai keterangannya. [] L24-011 (kbn)
Diberdayakan oleh Blogger.