Asal dan Kembali Manusia ke Tanah Gambaran Kehinaan

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Fakta yang tak bisa dipungkiri bahwa manusia berasal dari dan kembali ke tanah (alquran surat Thaha 55) dinilai ibarat gambaran jika manusia termasuk makhluk atau hamba yang hina. Maka, sangat tidak patut jika manusia bersikap sombong, angkuh atau berbagai sifat lain yang melanggar fitrahnya sebagai hamba.


Demikian Ustaz Mukhsin dalam khutbah Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di Masjid Baitul Makmur Desa Penanggalan, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam, Jumat (15/6).

Kepada ratusan jamaah, sebagian harus membentuk shaf di teras dan halaman masjid kecamatan itu, Mukhsin menegaskan kalau salah satu makna idul fitri adalah kembali kepada kesucian. Bukan aplikasi sikap hura-hura, seperti sekedar hilir mudik, baju baru dan sebagainya, tetapi menjadi salah satu momentum mengintrospeksi diri, sampai sejauhmana manusia mampu menjalankan fitrahnya sebagai hamba. 

Khutbah bertema memahami dan menyadari makna idul fitri, ustaz ini menyetir alquran surat Arrum 30 yang menegaskan, manusia harus menghadapkan wajahnya dengan lurus kepada agama (Islam) sesuai fitrah Allah (manusia diciptakan mempunyai naluri beragama, yakni agama tauhid. Jika ada manusia tidak beragama tauhid dinilai tidak wajar). Allah ciptakan manusia menurut fitrah dan tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. 

Terkait Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam, 27 Juni pekan depan, kepada jamaah dan termasuk unsur Muspika Penanggalan di sana, Mukhsin ingatkan untuk menyalurkan hak pilih tanpa intimidasi. Disarankan semua pihak bertindak jujur, jaga persatuan dan kesatuan. Lalu para kandidat maupun tim sukses tidak mengembangkan isu fitnah atau bertindak curang untuk sebuah kemenangan. [] L24-Khairul


Diberdayakan oleh Blogger.