Belum Setahun Dibangun, Jalan TMMD Balingkarang Rusak Parah

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Jerih payah yang dilakukan TNI dalam berupaya mempermudah arus lalulintas antar Desa dengan membangun badan jalan ternyata tidak sepenuhnya dapat dinikmati rakyat kecil secara maksimal. Walhasil kinerja TNI yang dilakukan secara maksimal dengan pengorbanan fikiran, tenaga dan biaya serta cucuran keringat tersebut lebih banyak dimanfaatkan oleh sejumlah oknum yang mementingkan keuntungannya saja, tanpa pernah memikirkan kepentingan orang banyak.



Kini kondisi jalan dari Desa Suka Makmur menuju Desa Balingkarang Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh tersebut sudah rusak parah. Kerusakan jalan dimaksud akibat dilalui kendaraan bermuatan balok yang diduga diambil secara ilegal dari hutan yang ada didaerah itu.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Namun apa daya, rakyat kecil yang bermukim di Desa paling ujung Kabupaten Aceh Tamiang tersebut hanya mampu menerima nasib apes nya saja setelah akses jalan satu satunya yang dibangun TNI sudah rusak parah. Sementara pengusaha pembalakan kayu hutan yang memanfaatkan badan jalan tidak memiliki niat untuk melakukan perbaikan.

“Kami sebagai warga hanya berharap agar para pengusaha balok itu bisa memberikan sedikit kontribusi dan pengertian serta kesadarannya untuk memperbaiki jalan yang rusak, jalan itu dibangun oleh TNI kan buat kepentingan bersama, agar seluruh masyarakat dapat menikmatinya”, ujar seorang warga balingkarang kepada Lentera24, Rabu (13/6).

Dia mengisahkan, sekitar tahun 2011 lalu Dinas PU Kabupaten Aceh Tamiang membuat jalan terobosan Suka Makmur-Balingkarang melalui anggaran program percepatan pembangunan daerah tertinggal dan khusu (P2DTK). Namun demi menunjang kelancaran akses hubungan darat, pada tahun 2017 yang baru lalu, TNI melalui program TMMD kembali membangun jalan dimaksud.

Sayangnya, lancarnya mobil pengangkut balok yang diduga ilegal tersebut telah berdampak pada kerusakan jalan hasil buah karya TNI yang usianya pembangunannya belum ada setahun itu. Efek dari sifat mau menang sendiri pihak yang diduga sebagai pemain illegal loging tersebut telah membawa mudharat bagi segenap warga disana, sehingga Desa paling Hulu Aceh Tamiang yang letak Desanya berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Timur kembali seperti jaman dahulu, yakni sebagai desa terisolir.

Diharapkan kepada intansi terkait, seperti Dinas Kehutanan Provinsin Aceh melalui jajarannya serta penegak hukum agar mengambil tindakan tegas dan menertibkan pelaku yang terindikasi sebagai pemain illegal loging. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.