Densus 88 Baku Tembak dengan Perencana Bom Gereja di Surabaya

Lentera24.com | SIDOARJO -- Densus 88 melakukan penggerebekan di perumahan Puri Maharani, Sukodono Kabupaten Sidarjo, Jawa Timur guna mengejar pelaku bom di Surabaya.

Foto : Ilustrasi
Berdasarkan informasi yang dihimpun saat melakukan penggerebekan sempat terjadi baku tembak antara anggota Densus 88 dengan teroris yang diduga menjadi perencana dari serangan bom di tiga gereja di Surabaya yang terjadi pada Minggu (13/5/2018).

Dalam penggerebekan tersebut, petugas berhasil menangkap beberapa orang yang diduga menjadi perencana dari peledakan bom bunuh diri di Gereja Surabaya. Selain itu beberapa barang bukti juga ditemukan petugas di sebuah kamar kos-kosan tersebut.

Polisi sendiri masih belum bisa dikonfirmasi, namun berdasarkan pantauan di lokasi. Garis polisi sudah terpasang dan meminta warga tidak mendekati lokasi penggerebekan.

Seorang petugas kepolisian di sana membenarkan adanya kejadian tersebut. "Iya benar ada ledakkan di sekitar Polsek Taman," katanya saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (13/5/2018).

ebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, menjelaskan, motif dibalik aksi teror bom ini diduga karena jaringan internasional ISIS ditekan oleh kekuatan baik dari barat seperti Rusia dan lain. Sehingga keadaan terpojok dan memerintahkan semua jaringan untuk melakukan serangan pada seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia sendiri ada dua macam kelompok terkait dengan ISIS yang menjadi ancaman. Pertama, kelompok sel-sel JAD dan JAT yang ada beberapa. Mereka yang kembali berangkat ke Suriah atau tertangkap oleh otoritas Jordani dan Turki atau sekitar Suriah.

Ada sekitar 1.100 lebih yang pergi ke Suriah. Kemudian yang dideportasi ke Indonesia berjumlah 500 lebih. Ini menjadi tantangan bersama karena mindset mereka adalah ideologi ISIS.

"Kemudian lokal juga ada masalah karena pimpinan mereka ditangkap dan masih ditahan yakni Aman Abdurrrahman terkait pelatihan di aceh dan peristiwa bom tamrin, karena menjadi salah satu dalang. Sehingga yang bersangkutan diproses, dan digantikan oleh Ketua JAT Jatim bernama Zainal Ansori," ucap Tito.

Kemudian Zainal Ansori ditangkap. Selanjutnya kelompok ini reaksi dengan melakukan aksi balasan salah satunya kerusuhan di Mako Brimob. Itu membuat sel-sel lain panas karena ada instruksi ISIS dan pimpinan mereka ditangkap. Lalu mereka melakuan balas dendam. [] OKEZONE.COM
Diberdayakan oleh Blogger.