Disnakerin Kabupaten Cilacap Adakan Pelatihan Industri Kecil dan Menengah Bagi Warga Desa Pengadegan

Lentera24.com | CILACAP -- Ini salah satu tujuan digelarnya pelatihan industri kecil oleh TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap 1  Kodim Cilacap bagi warga di Desa Pengadegan. Sebagaimana diketahui, bahwa untuk menggelar pelatihan itu, Kodim Cialcap menggandeng Dinas Ketenaga Kerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap melakukan pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Pengadegan, Rabu (18/04).


Karsono, salah satu pemateri mengemukakan, industri kecil dan menengah merupakan usaha ekonomi yang tersebar luas diseluruh daerah dimana  sebagian besar dilakukan oleh golongan ekonomi lemah. Oleh karenanya, industri kecil penting peranannya dalam pemerataan, perluasan penyerapan tenaga kerja, perluasan kesempatan berusaha, sampai mendorong pertumbuhan ekonomi", ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang perindustrian Drs. Waris Winardi, M.M menjelaskan,  Kedudukan manusia dalam suatu dunia usaha sangat menentukan karena posisinya selain sebagai obyek juga subyek dalam proses pencapaian hasil usaha.

Oleh karena itu, hidup matinya suatu dunia usaha, faktor manusia sangat menentukan. Pentingnya faktor manusia dalam dunia usaha, maka perlu mendapat perhatian yang lebih besar agar mampu meningkatkan daya saing dalam dunia usaha.


Hanya saja, selama ini,  keberadaan manusia dalam dunia usaha belum semuanya ditopang dengan kemampuan, keterampilan sesuai bidang usaha yang dimiliki. Sehingga  kondisi  itulah  yang membuat para pengusaha kurang mampu bersaing disegmen pasar tenaga kerja.

"Mencermati fenomena tersebut maka perlu pembinaan secara simultan sesuai bidang usaha yang dikembangkan, baik pada usaha industri kecil maupun menengah", ungkap Waris Winardi.

Pelatihan dimaksud  sejalan dengan maksud dan tujuan  Dinas Ketenaga Kerjaan dan Perindustrian Kabupaten Cilacap dalam rangka menumbuhkan wira usaha baru di Desa Pengadegan, (Desa yang menjadi sasaran TMMD Kodim Cilacap).

Dengan pelatihan itu diharapkan,  para pelaku Insdutri Kecil Menengah (IKM),   memiliki pengetahuan, keterampilan, serta kecakapan manajemen pemasaran. Contoh sederhana yang biasanya menjadi problem bagi industri-industri kecil untuk memesarkan dagangannya, belum memiliki kemasan yang menarik, label dan merek.

Permasalahan berikutnya adalah,  harga penjualan produk belum mendatangkan laba yang wajar, saluran distribusi (perantara) belum mampu menyalurkan (mendistribusikan) dalam skala besar", pungkasnya. [] L24-Tarwan
Diberdayakan oleh Blogger.