Anggota Komisi D DPRK Atam Kecam Managemen PKS Socfindo Sei Liput/Medang Ara

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Abu Ketel berwarna hitam pekat yang ditebarkan melalui semburan cerobong pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Socfindo kebun Sei Liput/Medang Ara di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini masih juga menjadi buah bibir dan meresahkan warga sekitar.

Foto : Ilustrasi
Anggota DPRK Aceh Tamiang dari Komisi D, Siti Zaleha sangat mengecam atas sikap ketidak perdulian pihak Managemen perusahaan milik asing itu.

Bahkan Siti Zaleha yang secara kebetulan tempat berdomisilinya hanya berjarak beberapa puluh meter dari PKS tersebut sangat merasakan dampak dari abu hitam yang kerap mampir dan melekat dilantai teras rumahnya.

"Sangat luar biasa cueknya pihak perusahaan yang tidak peka terhadap abu hitam yang dihasilkan pabrik. Mereka seperti tidak paham dengan keadaan lingkungan yang warganya tidak nyaman," ujar anggota Dewan yang kerap disapa Bu Leho itu saat dikonfirmasi belum lama ini.

Sementara itu, Mat Pasya, yang juga merupakan anggota DPRK setempat dan bertempat tinggal diseputara PKS juga mengakui adanya abu hitam yang meresahkan segenap masyarakat dilingkungan PKS yang padat penduduk tersebut.

Dia meminta agar pihak perusahaan PT Socfindo segera memperbaiki cerobong raksasanya itu. Sehingga keberadaan PKS PT Socfindo benar benar sebagai perusahaan yang ramah lingkungan.

Keluhan lain atas abu Ketel PKS PT Socfindo juga berefek hingga kesarana umum dan tempat ibadah. Sebagaimana diutarakan pengurus Masjid dan sejumlah warung nasi hingga kerumah pendudu.

Datok Penghulu Kampung Sungai Liput, Agus juga membenarkan kalau warganya mengeluh terhadap abu Ketel yang sangat mengganggu kenyamanan rakyatnya.

Ditempat terpisah, Kepala Dusun Tualang, Muhammad Jauhari, juga mengutarakan keluhannya terkait limbah PKS yang disebarkan melalui udara hingga masuk kerumah rumah warga.

Sayangnya Lentera24 selalu gagal untuk melakukan konfirmasi kepada pengurus (Manager) PKS PT Socfindo, Atas Wijayanto. Kegagalan konfirmasi sejak beberapa pekan lalu  itu dialami wartawan media ini hingga sebanyak tiga kali.

Yakni, tatkala wartawan melapor kepihak security, yang menyebutkan Atas Wijayanto selaku Pengurus dan KTU sudah pulang istirahat kerumaha, walau masih pukul 11.30 siang, maupun sedang memiliki kesibukan dan sedang ada tamu.

"Pak Pengurus tidak bisa diganggu karena sedang ada tamu, besok aja datang kemari lagi," ujar security berinisial H.

Padahal ungkapan H tersebut yang menyatakan pengurus perusahaan sedang sibuk dan tidak dapat diganggu itu tanpa bergerak dari tempat duduknya untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pemimpinnya untuk menyampaikan bahwa ada awak media yang ingin menemui orang nomor wahid diperusahaan itu. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.